2024, Sharp Targetkan Penjualan Rp 12 Triliun

Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT SEID. (Foto : dok SEID).

Memasuki tahun 2024, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) menargetkan penjualan Rp12 triliun. Menurut Andry Adi Utomo, Senior General Manager Penjualan Nasional PT Sharp Electronics Indonesia (SEID), sebenarnya ini target tahun 2023, tapi tidak tercapai, mengingat tahun 2022 Sharp hanya mampu membukukan penjualan Rp 10 triliun, dan tahun ini diperkirakan hanya mencapai Rp 11 triliun. Kendala tahun ini adalah daya beli yang turun karena kemarau panjang dan pembelanjaan APBD yg rendah akibat masa jabatan kepala daerah berakhir. “Untuk mengejar target Rp 12 triliun tahun 2024, kami akan terus menambah produk baru dan memperbanyak channel distribusi,” kata Andry.

Diakui Andry, kontribusi terbesar penjualan produk Sharp di Indonesia disumbangkan dari produk lemari es (35%), AC (30%), Mesin Cuci (25%), LED TV (18%) dan lainnya sekitar 2%, termasuk produk smartphone. “Tahun 2024, kami menargetkan bisa menjual 5 ribu unit smartphone per bulan dari seluruh seri yang ada di Indonesia,” kata Andry di sela-sela peluncuan smartphone Aquos R8s Pro & Aquos R8s.

Meskipun permintaan smartphone di Indonesia sejak tahun 2022, mengalami penurunan sekitar 15% dibanding tahun ini, dari 27 juta unit (Januari-Oktober 2022), menjadi 23 juta unit (Januari-Oktober 2023). Saat ini permintaan smartphone terbesar di kisaran harga Rp 4 juta-Rp 7 juta (40%), sedangkan smartphone di atas Rp 7 juta sekitar 29%. Sedangkan untuk harga kurang dari Rp 2 juta hanya sekitar 13% dan untuk range harga sekitar Rp 2 juta-Rp 4 juta, permintaanya sekitar 19%.

Melihat peluang pasar masih besar, di penghujung tahun 2023 produsen elektronik asal Jepang ini pun meluncurkan flagship ponsel terbaru yang memenuhi ekspektasi pengguna akan sebuah ponsel cerdas yang memiliki kemampuan fotografi sekelas kamera mirrorless dan kinerja yang tangguh, yaitu smartphone Aquos R8s Pro & Aquos R8s.

Baca Juga  IPO 9 Perusahaan di Bursa Menjaring Dana Rp 1,54 Triliun

Menurut Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT SEID, smartphone Aquos R8s Pro & Aquos R8s yang diboyong ke Indonesia tidak memiliki perbedaan sama sekali, baik dari spesifikasi dan fitur maupun desain dengan produk di Jepang. “Kami memboyong produk ini ke Indonesia karena kami melihat tingginya minat penduduk Indonesia terhadap dunia fotografi dan videografi,” katanya.

Rencana kedua seri terbaru ini akan dipasarkan dipasar Indonesia pada tanggal 12 Desember 2023. Harganya untuk Aquos R8s Pro dibanderol harga Rp15.999.000, sedangkan untuk Sharp Aquos R8s dilempar kepasaran dengan harga Rp12.999.000. “Kami menargetkan bisa menjual Aquos R8s Pro sekitar 2 ribu unit, sedangkan untuk Sharp Aquos R8s ditargetkan terjual 5 ribu unit,” kata Andry.

Untuk mengejar target tersebut, Sharp menggunakan berbagai jalur distribusi, baik penjualan online maupun offline, misalnya melalui berbagai e-commerce, Erafone group channel dan traditional market. Saat ini kontribusi terbesar masih didominasi penjualan offline (70%), sedangkan untuk penjualan onlinenya sekitar 30%.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *