Bridgestone Indonesia Menggulirkan Program Berkelanjutan, Menggondol Proper Hijau

Foto : Bridgestone Indonesia.

PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) pabrik Karawang menggondol Proper (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Apresiasi ini merupakan yang kedua kalinya diraih Bridgestone Indonesia mendapatkan predikat Proper Hijau, sebelumnya Bridgestone meraih penghargaan yang sama di 2020.

Dari 196 perusahaan lainnya yang meraih peringkat Hijau, Bridgestone Indonesia menjadi satu-satunya perusahaan komponen otomotif, khususnya dari industri karet dan ban yang mendapatkan predikat Proper Hijau. Keberhasilan meraih predikat Proper Hijau dari KLHK ini sejalan dan menjadi kontribusi nyata Bridgestone E8 Commitment, sebagai pilar perusahaan dari sisi CSR dan keberlanjutan.

Mukiat Sutikno, Presiden Direktur Bridgestone Indonesia mengapresiasi penghargaan Pemerintah Indonesia terhadap aksi nyata dan kerja keras Bridgestone Indonesia dalam program keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan. Mukiat, dalam keterangan tertulisnya ini, menyebutkan penghargaan ini juga menjadi bukti nyata dari Bridgestone E8 Commitment yang menjadi pedoman Bridgestone Indonesia dalam memastikan aspek-aspek keberlanjutan dalam semua kegiatan keseharian dalam melayani masyarakat. “Sesuai dengan visi misi kami yakni Serving Society with Superior Quality. Kami berkomitmen untuk terus menjalankan pengelolaan lingkungan yang lebih baik di masa yang akan datang,” ujar Mukiat di Karawang, Jawa Barat pada Rabu (27/12/2023).

Kriteria pemberian predikat Proper ditentukan berdasarkan dua kategori penialian, yaitu kriteria penilaian ketaatan serta kriteria penilaian lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan atau Beyond Compliance. Dari sisi kriteria penilaian ketaatan, diraihnya predikat Proper Hijau tahun 2023 oleh Bridgestone Indonesia bukan tanpa alasan. Selama tahun 2022, perusahaan telah berhasil melakukan efisiensi energi sebesar 65,2 ribu GJ serta berhasil mereduksi emisi gas sebesar 5,3 ribu Ton CO2-eq.

Baca Juga  Vespa dan Batik Riding Serentak di Lima Kota

Hal tersebut menjadikan perusahaan mampu untuk tetap memproduksi ban-ban berkualitas unggul bagi masyarakat tanpa memberikan dampak negatif yang besar pada lingkungan. Predikat Proper Hijau dari kriteria penilaian ketaatan juga diberikan kepada perusahaan atas upayanya dalam mengurangi limbah, baik B3 maupun Non-B3, sebesar lebih dari 400 Ton, penghematan penggunaan air sebesar lebih dari 100 ribu m3, serta penurunan beban pencemaran senilai lebih dari 3ribu Ton.

Dari sisi penilaian lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan atau Beyond Compliance, Bridgestone Indonesia diganjar predikat Proper Hijau berdasarkan inovasi-inovasi teknologi yang dilakukan guna mencapai pengurangan emisi di atas seperti inovasi pada motor mesin ekstruder yang berkontribusi terhadap reduksi energi sebesar 1.4K GJ serta inovasi pada proses curing dalam produksi ban kendaraan yang berkontribusi terhadap reduksi emisi sebesar 435 Ton CO2-eq.

Persyaratan Beyond Compliance tersebut juga dipenuhi dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR), di bidang keanekaragaman hayati yakni dalam upaya perlindungan konservasi mangrove di Kawasan Muara Gembong, Bekasi. Sedang di bidang pemberdayaan masyarakat, dalam bentuk pemberdayaan masyarakat pesisir di kawasan Muara Gembong, Bekasi dan program desa binaan di kawasan Pabuaran, Bogor.

Proper merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Proper mencakup empat kegiatan utama, yakni pengawasan penaatan perusahaan, penerapan keterbukaan dalam pengelolaan lingkungan atau public right to know, pelibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup, dan pelaksanaan kewajiban perusahaan untuk menyampaikan informasi terkait pengelolaan lingkungan.

Dalam pelaksanaan Proper, terdapat 5 peringkat yang menunjukkan hasil penilaian Proper yaitu: emas, hijau, biru, merah, dan hitam. Proper emas menunjukkan nilai yang terbaik, sedangkan merah dan hitam dinilai buruk. Perusahaan yang mendapatkan peringkat emas, hijau, dan biru diindikasikan taat dalam pengelolaan lingkungan hidup. Penilaian Proper dilakukan setiap tahun. Hasil penilaian tersebut akan tercantum dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Baca Juga  J&T Cargo Edukasi Sektor Logistik kepada Pelaku UMKM



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *