Future of Work 5.0: Lingkungan Kerja Nyaman, Karyawan Makin Inovatif dan Produktif

Hari ini, para business leader sedang sibuk menyiapkan diri menghadapi situasi yang terus berubah dan kian kompleks. Lengah sedikit saja, bisa-bisa kapal bisnis menjadi oleng dan semuanya jadi berantakan. Ambyar, kata anak-anak muda sekarang. Oleh karena itu, konsep Future of Work (masa depan kerja) harus sangat diperhatikan.

Badai teknologi, biologi, dan new generation (the triple storm) akhir-akhir ini semakin keras menerpa sehingga menyebabkan gelombang besar VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) juga semakin keras mengguncang. Dampaknya, ekosistem bisnis dan lingkungan kerja mengalami perubahan signifikan. Semuanya menjadi tidak stabil dan penuh ketidakpastian.

Perubahan perilaku pasar, terjadinya evolusi teknologi pasca pandemi, serta gap generasi yang kian lebar dengan hadirnya Gen Milenial dan Gen Z sebagai pemain sekaligus pengguna produk menuntut kita mengubah cara berinteraksi dan berkolaborasi. Demikan juga dengan cara bekerja, sebab  tuntutan karyawan pun ikut berubah. Karyawan yang kian didominasi generasi milenial dan Z lebih menginginkan fleksibilitas dan work life balance yang lebih baik ketika bekerja.

Intinya, cara kita melihat bisnis dan lingkungan kerja harus diubah, sebab situasi dan kondisi hari ini dan ke depan tidak lagi sama. Terlebih lagi, selain fenomena yang telah diterangkan di atas, saat ini kita juga dihadapkan dengan maraknya penggunaan Artificial Intelligence (AI) di berbagai sektor bisnis.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Taskan, Junça-Silva, dan Caetano pada tahun 2022, AI generatif (teknologi AI yang dapat menghasilkan berbagai jenis konten, termasuk teks, gambar, audio, dan data sintetis) diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap produktivitas dan inovasi di sektor-sektor utama di negara maju. Sektor-sektor yang diperkirakan akan mendapatkan manfaat dari AI generatif ini antara lain IT, layanan keuangan, kesehatan, logistik, dan sebagainya.

Bagi negara berkembang, situasinya mungkin berbeda. Dampak teknologi AI generatif di negara-negara ini kemungkinan akan lebih terbatas. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi yang ada, kualitas sumber daya manusia yang terlatih dalam bidang AI, serta perbedaan dalam tingkat adopsi teknologi di sektor-sektor tersebut.

Baca Juga  7 Video Viral Katherine Ryan yang Wajib Ditonton di Telegram

Dalam tahapan berikutnya, perkembangan teknologi AI juga akan membawa konsekuensi lain, yaitu munculnya “Pekerjaan Digital”. Pekerjaan digital adalah jenis pekerjaan yang berkaitan dengan penggunaan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Diperkirakan bahwa pada tahun 2030, jumlah pekerjaan digital di seluruh dunia akan mencapai sekitar 92 juta orang.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa adaptasi terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan akan keterampilan digital menjadi semakin penting. Para profesional dan karyawan di berbagai sektor harus siap menghadapi tantangan ini dan terus mengembangkan kemampuan mereka dalam menghadapi era digital yang terus berkembang. Pelatihan dan pengembangan keterampilan menjadi strategi yang penting serta perlu terus diperbarui agar tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan yang akan terus berlangsung.

Pada gilirannya, dalam menyikapi semua perubahan di atas, organisasi perlu mengadopsi model kerja yang lebih fleksibel, seperti remote, hybrid, dan kerja tanpa batasan fisik (Work Without Walls). Ini semua diperlukan agar koordinasi dan kerja sama antar tim dan departemen terus terjaga demi mencapai kesuksesan dan keberhasilan. Juga, agar networking dan collaboration dengan berbagai pihak serta kolega dapat terus terbangun untuk mendukung competitiveness company.

Secara konsep, work without walls dapat diartikan sebagai bekerja dalam environment yang produktif tanpa harus dibatasi oleh confinement (batasan fisik). Inilah model future of work yang menjadi keniscayaan. Sebagai contoh penerapannya antara lain leading from the room ke zoom untuk mendapatkan dan mendistribusikan informasi.

Tentu saja, implementasi konsep ini tidak selalu mudah. Kesulitan dan tantangan dalam mengubah cara kerja membutuhkan perubahan budaya yang mendalam. Para profesional harus terbuka terhadap perubahan dan siap menghadapi ketidakpastian. Konsep bekerja tanpa batasan fisik yang sebelumnya dikenal sebagai WFH (work from home), dan menjadi WFA (work from anywhere) meskipun memiliki kekurangan-kekurangan tertentu, membutuhkan perlindungan data yang kuat. Keamanan siber menjadi tantangan utama dalam hal ini, mengingat perkembangan teknologi dan keterampilan seseorang dalam menghadapi teknologi juga semakin meningkat secara signifikan.

Baca Juga  APJATEL Fokus Perluas Infrastruktur Digital di Indonesia

Lalu, bagaimana solusinya?

Ktalents Asia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia, siap berbagi solusi melalui seminar bertajuk “Future of Work” yang akan membahas perkembangan dunia kerja di masa depan. Seminar ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 29 Februari 2024.

Dalam seminar ini, para peserta akan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana dunia kerja akan berubah dan berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan tren global. Topik yang akan dibahas meliputi perubahan dalam pola kerja, pengaruh teknologi terhadap pekerjaan, bagaimana keterikatan karyawan dalam model yang tak satu atap lagi, bagaimana menjaga motivasi dan kinerjanya, dan keterampilan-ketrampilan yang dibutuhkan untuk sukses di era digital.

Ktalents.Asia bekerja sama dengan SWA Media Group, mengundang para Business Leader untuk mengikuti seminar ini. Para peserta akan mendapatkan wawasan baru dan strategi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan keberagaman generasi untuk mewujudkan company competitiveness dalam kaitan FoW 5.0, dari para pakar praktisi yang akan berbagi pengalaman dan success story nya, juga pembahasan hasil survey dari peserta tentang FoW: engagement, experience for competitiveness  dan benefit laimnya yakni effective FoW model, environment complexity, organization competitiveness framework, authentic leadership model dan sebagainya, serta tindak lanjut serta framework lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, silakan mengklik link berikut atau melakukan pemindaian barcode yang tertera di bawah ini. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan Anda dalam menghadapi masa depan dunia kerja yang semakin kompleks.

https://ktalentsasia.bio.link/

Tentang Ktalents Asia

Ktalents Asia berfokus pada pengembangan sumber daya manusia. Misi kami adalah membantu para profesional untuk mengembangkan keterampilan mereka dan beradaptasi dengan perubahan dalam dunia kerja yang cepat. Melalui seminar, pelatihan, dan konsultasi, kami berkomitmen untuk memberikan solusi yang inovatif dan relevan bagi para klien kami.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *