Ini Strategi Bobobox Memilih Lokasi Ekspansi Cabang

Penyedia akomodasi kabin modular, Bobobox diketahui agresif membuka cabang baru Bobocabin di sejumlah daerah di Indonesia. Saat ini Bobocabin sudah ada di 13 lokasi yang tersebar dari Toba, Sumatera Utara hingga Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Menurut Antonius Bong, Co-founder & Presiden Bobobox, strategi pemilihan lokasi Bobocabin mengikuti agenda pariwisata pemerintah yang menetapkan 10 destinasi prioritas wisata baru. “Lokasi kami itu mengacu kepada destinasi prioritas dari pemerintah dan juga tempat-tempat yang secara tourism marketnya sudah cukup strong. Dan kami juga memperhatikan akomodasi yang menyatu dengan alam jadi bisa menghadirkan pengalaman menikmati nature yang wah,” jelas Antonius.

“Kenapa yang dipilih lokasi-lokasi yang menyatu dengan alam seperti itu? Karena kami melihat ada perubahan atau demad shifting yang luar biasa yang tercetus karena pandemic kemarin,” dia menambahkan.

Anton menjelaskan, sejak terjadi pandemi Covid-19 hingga sekarang sudah endemi, gaya hidup kembali ke alam. Dan outdoor activity itu sudah menjadi gaya hidup yang melekat, menyatu dengan para traveler, bahkan juga masyarakat yang juga older generation.

Jika dahulu kebanyakan masayarakat kota menghabiskan akhir pekan di mall atau indoor activity, menurut Anton kini mereka lebih memilih menikmati alam. “Jadi kenapa kami memilih lokasinya di alam, itu tercetus karena minatnya kostumer itu sendiri. Karena ada demand tinggi,” ngkap Anton.

Hal lain yang juga menjadi pertimbangan utama Bobobox dalam memilik lokasi untuk Bobocabinnya adalah keindahan alam dan atraksi yang bisa disuguhkan sebagai pengalaman bagi kostumernya. “Karena yang membuat kostumer memilih menginap di kabin kami adalah alam dimana kabin itu berada, jadi desain kabinnya pun kami buat agar kostumer benar-benar menyatu dengan alam,” jelasnya.

Baca Juga  BNP Paribas Asset Management Tunjuk CEO Baru

Selain kepentingan pelanggan, Bobobox juga memperhatikan dampak bagi masyarakat sekitar di setiap lokasi yang dimasukinya. Warga lokal tempat Bobocabin berdiri juga direkrut untuk menjadi bagian dari tim operasional dan layanannya. Meski, menurut Anton terkadang harus menghadapi tantangan gap kompetensi.

Untuk menghadapi hal tersebut, Anton mengaku pihaknya menyiapkan pendidikan dan pelatihan bagi warga lokal yang bergabung menjadi tim Bobocabin. Kurikulum dan tenaga pendidik secara lengkap dan terukur telah disiapkan Bobocabin untuk membekali karyawan barunya.

Kini Bobocabin telah beroperasi di 13 lokasi di seluruh Indonesia dengan tingkat okupansi antara 75- 95%. Anton juga mengatakan lokasi berikutnya yang akan dimasuki Bobocabin adalah Bunaken Hills di Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara. “View-nya akan langsung ke pulau-pulau di Bunaken. Jadi akan menjadi pilihan tempat staycation yang sangat menarik,” dia meyakinkan.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *