KISI AM Meneropong Potensi Berinvestasi di 2024

Foto : KISI AM.

Perekonomian global pada 2024, seperti diproyeksikan oleh Lembaga Moneter Internasional (International Monetary Fund IMF), akan melambat dan laju inflasi diprediksi turun. Kondisi ekonomi Amerika Serikat dan kebijakan The Federal Reserves (The Fed) terhadap kebijakan suku bunga diproyeksikan relatif bisa diprediksi. Analisis ini memberikan informasi yang menarik kepada publik yang menghadri Market Outlook 2024 bertajuk Investment Resilience: Maximizing Returns During Economic and Political Uncertainty.

Kegiatan yang digelar oleh PT KISI Asset Management (KISI AM) ini bertujuan  untuk memberikan wawasan kepada para investor terhadap lanskap ekonomi global yang dinamis dan ketidakpastian politik, khususnya dalam konteks pemilihan umum mendatang, diangkat sebagai tema utama. Analisis yang disajikan selama acara menekankan bahwa tiga calon presiden-wakil presiden itu diharapkan tidak adanya perbedaan yang signifikan dalam kebijakan ekonomi utama.

Oleh karena itu, KISIAsset Management mengantisipasi kelanjutan semua proyek dan kebijakan utama rezim saat ini. “Tujuan kami dengan acara Market Outlook 2024 adalah memberikan pemahaman komprehensif kepada klien dan pemangku kepentingan tentang lanskap ekonomi dan potensi tantangan serta peluang yang akan dihadapi,” kata Arfan Karniody, Direktur Investasi KISI Asset Management pada keterangannya yang dikutip Jumat (2/2/2024).

KISI Asset Management memperkirakan bahwa inflasi akan tetap berada di tengah rentang Bank Indonesia, yaitu ±1%. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan tetap stabil pada sekitar Rp 15.500. Diskusi pada kegiatan ini menjabarkan strategi untuk memaksimalkan keuntungan ditengah perubahan ekonomi global dan ketidakpastian politik.

KISI Asset Management tetap berkomitmen untuk memberikan wawasan dan panduan yang terbaik kepada kliennya, memungkinkan mereka membuat keputusan investasi yang terinformasi dalam lanskap ekonomi yang terus berubah. Diskusi menyimpulkan tren penurunan Inflasi global seperti yang diproyeksikan IMF, kondisi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa tidak ada urgensi untuk The Fed segera menurunkan suku bunga, memberikan kestabilan dalam kebijakan moneter, dan tidak akan ada perbedaan signifikan dalam kebijakan ekonomi utama di antara tiga kandidat capres-cawapres.

Baca Juga  Siasat Poco Bersaing di Bisnis Smartphone Tanah Air

KISI Asset Management memproyeksikan bahwa inflasi akan tetap berada di tengah rentang Bank Indonesia, yaitu ±1%, dan nilai tukar tetap stabil pada sekitar Rp 15.500 untuk USD/IDR, menjadi landasan proyeksinya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *