Mitratel Cetak Pendapatan Rp6,3 Triliun di Kuartal III-2023

Kinerja positif PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) pada Kuartal III-2023 memperlihatkan peningkatan pendapatan, yang berdampak pada peningkatan EBITDA dan mengerek laba bersih. Emiten telekomunikasi ini membukukan kenaikan pendapatan  11,9% dari Rp5,6 triliun pada sembilan bulan pertama 2022 menjadi Rp6,3 triliun pada periode yang sama tahun 2023.

Pencapaian ini didorong oleh peningkatan jumlah menara dan serat optik, baik secara organik maupun anorganik, yang disertai kenaikan jumlah penyewa (tenant) dan kolokasi. “Sejak sebelum initial public offering (IPO) sampai hari ini, kami terus memperbanyak jumlah menara dan serat optik, terutama di kawasan luar pulau Jawa. Kini, kami menikmati hasilnya dalam bentuk pertumbuhan jumlah penyewa dankenaikan pendapatan,” kata Direktur utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko, dikutip dalam keterangan resmi, Rabu (08/11/2023).

Menurutnya, tantangan ke depan adalah bagaimana meningkatkan produktivitas aset yang tercermin dari kenaikan tenancy ratio, dan efisiensi operasi termasuk melalui digitalisasi sehingga berdampak positif pada kenaikan marjin

Pertumbuhan kepemilikan menara Mitratel berhasil diimbangi dengan kenaikan jumlah penyewa sebesar 10,5% menjadi 55.704 tenant dari sebelumnya 50.390 tenant (yoy). Sementara jumlah kolokasi melonjak 21,3% menjadi 18.613 dari sebelumnya 15.339 kolokasi (yoy). Selain itu, sepanjang tahun ini, Mitratel berhasil memperpanjang serat optik menjadi 29.042 Km. Teddy menambahkan, “Kami meyakini bahwa lanskap bisnis industri telekomunikasi ke depan akan ditandai dengan divestasi menara dan fiberoptik milik industri .”

Menurutnya, operator telekomunikasi melakukan hal itu karena ingin lebih fokus pada inovasi produk yang memberikan nilai tambah (added value) dan pemenuhan kebutuhan konsumen. Perubahan ini menjadi peluang bagi Mitratel untuk menjadi partner strategis dan tumbuh bersama mereka.

Selama sembilan bulan pertama 2023 Mitratel membangun 481 menara baru serta menambah 1.192 menara melalui akuisisi,sehingga jumlah menara milik MTEL hingga akhir September 2023 mencapai 37.091 menara.

Pencapaian ini membawa Mitratel sebagai perusahaan TowerCo dengan jumlah menara terbanyak di Asia Tenggara. Sebaran menara Mitratel meliputi 15.505 menara di Jawa dan 21.586 menara berada di luar Jawa atau sekitar 58% daritotal menara. Ini mendorong pertumbuhan penambahan tenant di luar Jawa sebesar 11%, lebih tinggi dibandingkan di Jawa yang sebesar 10%. “Hal ini menunjukkan bahwa strategi perseroan untuk ekspansi dan mengoptimalkan pertumbuhan di luar Jawa sesuai dengan strategi ekspansi dari operator seluler di Indonesia,” katanya.

Baca Juga  KSEI Mencatat Minat Investor Muda Berinvestasi Terus Meningkat

Lebih jauh, Mitratel juga berupaya mengoptimalkan teknologi digital dalam bisnis proses, yang memampukannya memberikan services yangrelevan dengan kebutuhan pelanggan sehingga memberikan nilai tambah lebih tinggi. “Adopsi digital terus kami tingkatkan sehingga pelayanan kepada para mitra kami menjadi lebihpresisi, lebih efektif, dan jauh lebih efisien,”dia menuturkan.

Berbagai penyempurnaan itu berkontribusi pada peningkatan EBITDA margin dari 78,5% pada September 2022 menjadi 80,6% pada September 2023. Dari total pendapatan Rp6,3 triliun, perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp1,43 triliun. Perolehan laba bersih ini melonjak 16,6% dari periode yang sama tahun lalu.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *