Perempuan Inovasi Targetkan 1 Juta Talenta Digital

Perempuan Inovasi mempunyai komitmen untuk menghilangkan bias gender dan mendorong inovasi perempuan di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) untuk mencapai Tujuan Keberlanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030 melalui kontribusi 1 juta talenta digital profesional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara IdeaTalks yang berlangsung selama IdeaFest 2023 pada hari Sabtu (30/09/2023) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.

Bidang STEM merupakan salah satu prasyarat untuk melakukan inovasi di berbagai bidang kehidupan untuk mencapai Tujuan Berkelanjutan 2023. Hal yang sebenarnya merupakan tujuan bersama ini, sayangnya belum dapat tercapai jika sumber daya yang ada tidak siap untuk mendorong inovasi. Adapun salah satu sumber daya yang dimiliki oleh Indonesia sebesar 133,54 juta jiwa atau 49,42 persen dari total penduduk Indonesia.

Tingkat partisipasi perempuan di bidang STEM tidak sepesat digitalisasi di Indonesia. Boston Consulting Group (2020) melaporkan hanya sekitar 22% dari perempuan tersebut bekerja di bidang teknologi. Stereotip gender yang berhubungan dengan kemampuan dan minat dalam bidang STEM dapat menghambat perkembangan karier perempuan di bidang ini. Banyak perempuan yang juga terhambat oleh stigma masyarakat yang mempengaruhi kualitas pendidikan sehingga para perempuan kurang terwakili dalam bidang STEM.

Untuk itulah program Perempuan Inovasi diluncurkan. Para peserta akan menerima pelatihan keterampilan digital sesuai minat mereka, seperti pengembangan web dan game, desain UI/UX, dan manajemen produk, yang difasilitasi oleh mentor industri yang memiliki pengalaman profesional di bidangnya. Selain itu, peserta akan berkesempatan untuk mengembangkan produk digital sebagai portofolio mereka.

Amanda Simandjuntak, Co-founder & CEO Markoding mengungkapkan, “Melalui program Perempuan Inovasi, peserta akan diajarkan keterampilan abad ke-21 yang didasarkan pada kerangka kerja 12 Core Life Skills dari UNICEF dan mengacu pada Profil Pelajar Pancasila dari Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi. Dengan demikian, kami berharap alumni program memiliki pengetahuan yang relevan agar dapat berkembang di lingkungan pekerjaan yang kompetitif setelah mereka lulus.” 

Baca Juga  Inovasi Uniland Sleep untuk Tingkatkan Kualitas Tidur

Dalam perjalanannya, Perempuan Inovasi berupaya untuk membantu para perempuan Indonesia mengembangkan potensinya melalui berbagai program kolaborasi dan pelatihan di bidang teknologi digital, kewirausahaan sosial, lingkungan, dan literasi. Misi program ini adalah membangun generasi perempuan Indonesia yang berdaya, berinovasi, berkontribusi, dan berdampak bagi bangsa melalui kontribusi 1 juta talenta digital dari kebutuhan jumlah talenta digital di Indonesia sebesar 9 juta jiwa pada tahun 2030 (World Bank, 2019). 

Sejak diluncurkannya program Perempuan Inovasi di tahun 2021, peminat program Perempuan Inovasi terus meningkat. Di tahun 2023, terdapat lebih dari 16 ribu peserta terdaftar dalam program.

“Untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi para perempuan di bidang STEM, dibutuhkan keterlibatan dari perempuan itu sendiri sebagai role model dan contoh bagaimana peran perempuan di industri yang dianggap dunianya laki-laki dapat berkontribusi dan membuat perubahan positif. Program Perempuan Inovasi, merupakan salah satu upaya nyata dalam mengubah persepsi bias gender dan memulai langkah inovasi bagi para perempuan sebagai sosok penggerak masyarakat, pendidik, dan sociopreneur,” ungkap Tri Mumpuni, Dewan Pengarah Dadan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dikutip dalam keterangan tertulis (02/10/2023)

Tahapan program Perempuan Inovasi 2023 akan segera memasuki periode tech bootcamp mulai bulan Oktober 2023 hingga Februari 2024 dan puncak acara dilaksanakan pada Demo Day di bulan Maret 2024. Keseluruhan program juga didukung oleh Markoding, Yayasan Dian Sastrowardoyo, dan Magnifique Indonesia. Selain teknologi digital, ke depannya, program Perempuan Inovasi juga akan mengembangkan kolaborasi dan pelatihan di bidang kewirausahaan sosial, lingkungan dan literasi  pendidikan yang dibutuhkan pada abad ke-21.

Program terbuka untuk perempuan minimal berusia 12 tahun, yang duduk di bangku pendidikan SMP, SMA/SMK sederajat, mahasiswa, profesional, atau yang sedang mencari pekerjaan. Peserta harus memiliki akses internet dan laptop atau komputer sekaligus berkomitmen untuk mengikuti program hingga selesai.

Baca Juga  DBS Indonesia dan Kredivo Beri Akses Pinjaman kepada Lebih dari 1 Juta Orang 

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *