Perjalanan Muhammad Aditriya Indraputra Membangun Startup PrimaKu

Co-founder & CEO PrimaKu, Muhammad Aditriya Indraputra

Stunting masih menjadi masalah utama dalam tumbuh kembang anak di Indonesia. Mayoritas orang mengira bahwa tingginya stunting hanya dipengaruhi oleh kurangnya asupan nutrisi yang tepat untuk anak. Namun pemenuhan nutrisi yang tepat ternyata juga harus dibarengi dengan vaksinasi anak yang lengkap, sehingga dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi kehadiran PrimaKu. Startup ini hadir dengan misi untuk memberdayakan orang tua dengan alat-alat yang dapat diandalkan untuk kesehatan dan kesejahteraan anak-anak mereka. PrimaKu menyediakan layanan telehealth untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.PrimaKu memiliki fitur lengkap untuk melacak dan memantau berbagai aspek nutrisi dan informasi pengasuhan yang didukung oleh dokter spesialis anak bermitra dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

PrimaKu juga memperkenalkan layanan kesehatan omnichannel yang inovatif untuk anak-anak, menyederhanakan proses-proses seperti vaksinasi dan imunisasi. PrimaKu memiliki lebih dari 1,5 juta pengguna terdaftar di platformnya dan berencana untuk memperkenalkan lebih banyak fungsi. Terutama, untuk membuat pemesanan layanan vaksinasi lebih mudah diakses

Co-founder & CEO PrimaKu Muhammad Aditriya Indraputra atau akrab disapa Didit mengungkapkan dua alasan utamanya mengembangkan layanan ini. Pertama, kekhawatiran terkait isu kesehatan pada anak-anak Indonesia. Kedua, pengalaman pribadi dalam menghadapi tantangan sebagai orang tua pertama kali. Menurut Didit, Indonesia masih tertinggal jauh dalam metrik terkait pertumbuhan anak.

“Kami melihat banyak keterbatasan akses terhadap informasi yang terpercaya, terutama soal kesehatan anak, tentang tantangan penyediaan layanan vaskes untuk anak. Saya sebagai ayah 3 anak sering menghadapi berbagai macam tantangan terkait parenting. Dan inilah yang sebenarnya jadi motivasi besar, kenapa kami membangun PrimaKu sebagai platform ekosistem, supaya bisa mempermudah para orang tua dalam mengawal tumbuh kembang anaknya, supaya optimal,” ujar pria lulusan Bachelor of Science dan MBA di Amerika, ini.

Baca Juga  Bank Mega Syariah Targetkan Pertumbuhan Volume Tabungan Haji Naik 15%

Adapun pemilihan PrimaKu dengan alasan untuk membangun generasi emas di masa depan. “Sebenarnya tujuannya kami sederhana, kami mau menjadikan anak-anak Indonesia menjadi prima, sehingga bisa bersaing di level global ke depannya. Dan juga tentunya mau membangun generasi emas Indonesia. Aplikasi ini bisa dipakai untuk semua orang tua yang memiliki anak hingga usia 18 tahun,” terangnya kepada SWA Online beberapa waktu lalu.

Didit menceritakan bahwa melihat peluang sebelum membangun startup Primaku, saat masih bekerja di industri perbankan dan edukasi. “Saya memang dari awal itu banyak mengajar. Kemudian, dari situ sempat pindah ke salah satu private equity ternama di region ini, di mana saya fokus investasi ke beberapa industri, termasuk industri kesehatan. Inilah awal mulanya saya melihat peluangnya. Kemudian saya mulai masuk ke dunia entrepreneurship, sampai akhirnya di posisi sekarang untuk membangun PrimaKu sebagai parenting ekosistem terpercaya,” katanya.

Didit mencoba membangun sebuah platform yang dapat menjembatani kesenjangan dan memberdayakan orang tua dengan pengetahuan dan alat yang dibutuhkan untuk membekali anak-anak mereka sejak dini. Sebuah platform yang tidak hanya memberikan informasi yang akurat dan dapat diandalkan namun juga menciptakan dukungan dan rasa kebersamaan.

Nantinya, orang tua diberikan buku panduan harian kesehatan visual untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, layanan ini juga mencakup panduan dan tips bagi orang tua untuk membantu anak-anak mereka mencapai tonggak penting—seperti nutrisi, pertumbuhan, bicara, keterampilan motorik, dan bidang perkembangan penting lainnya. “Jadi tidak hanya orang tua, sebenarnya kami juga menyadari ada juga penjaga, kakek-nenek pun ada yang menggunakan aplikasi ini untuk mantau tumbuh kembang cucunya,” katanya

Platform ini juga memungkinkan orang tua memesan vaksinasi, memesan kunjungan klinis di 31 provinsi di seluruh Indonesia bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan ternama. Untuk dokter anak, Primaku juga menawarkan alat dan panduan digital untuk membantu klinik mendukung perkembangan anak, memfasilitasi layanan telemedis, membuat rujukan dokter, dan menawarkan komunitas untuk terhubung dengan rekan-rekan industri. 

Baca Juga  Kemenperin Targetkan Partisipasi pada Berbagai Pameran Internasional di 2024

Didit mengklaim 97% pengguna Primaku terhindar dari stunting berdasarkan Digital Child Health Report 2023.Primaku juga diundang ke World Health Assembly di Geneva, Switzerland, sebagai salah satu startup yang mewakili Indonesia.

“Temuan-temuan ini menggarisbawahi keampuhan PrimaKu dalam meningkatkan layanan kesehatan anak, menyoroti kemampuan kami dalam membawa transformasi positif dalam kehidupan jutaan anak di seluruh Indonesia,” ungkap Didit.

Tahun 2024, PrimaKu juga akan memfasilitasi tumbuh kembang anak sejak dini dari masa kandungan. Kami ingin meluncurkan fitur baru seperti pregnancy tracker yang mempermudah tidak hanya orang tua, tapi juga calon orang tua, supaya bisa memantau tumbuh kembang anaknya dari kandungan untuk menciptakan ekosistem yang lebih holistik.

Saat ini, perusahaan berada pada fase di mana tantangannya beralih dari membangun fundamental menjadi menjaga pertumbuhan. “Kami berdedikasi untuk meningkatkan fitur dan fungsi platform kami, menyederhanakan proses, dan membina hubungan yang kuat dengan pemangku kepentingan untuk memastikan platform ini tetap relevan. Misi kami adalah untuk membentuk kembali kesejahteraan anak-anak di Indonesia di tahun 2045,” ujar Didit.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *