Tiga Sektor Ini Berpotensi Menjanjikan Tahun 2024

DBS Group Research memproyeksikan perkembangan ekonomi pada Kuartal I/2024 dan peluang pertumbuhan di industri teknologi, kebutuhan sekunder serta barang mewah cenderung lebih kondusif.

DBS Chief Investment Officer Hou Wey Fook mengatakan, pada kuartal pertama ini, keadaannya akan lebih kondusif untuk aset-aset berisiko. Hal ini didasari prediksi bahwa tingkat suku bunga acuan AS akan mencapai puncaknya seiring dengan melambatnya laju inflasi. Ditambah lagi adanya penundaan pengetatan moneter oleh Bank Sentral AS (The Fed).

Oleh karena itu, untuk ekuitas, dia menyarankan investor untuk fokus ke pertumbuhan berkualitas di sektor teknologi dan kebutuhan sekunder. Sedangkan untuk kredit dan obligasi, posisi terbaik (sweet spot) berada di kredit berperingkat A/BBB dengan jangka waktu 3-5 tahun. Kendati demikian, investor harus tetap berhati-hati dengan risiko kredit yang dapat terakumulasi, bahkan setelah kenaikan suku bunga.

Dalam kegiatan ini, dia juga memaparkan pertumbuhan industri barang mewah yang mencatatkan Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) sebesar 6 persen antara tahun 1996 hingga 2019. Pertumbuhan ini didorong adanya globalisasi dan kekuatan belanja Gen Z. menurutnya, industri ini memiliki daya tarik yang kuat dan potensi investasi yang cukup besar.

Terkait investor saham, dia menyebutkan secara global pihaknya melihat sektor yang berpontesial di antaranya teknologi, konsumer dan telekomunikasi. Sementara di Indonesia saham yang memiliki prospek cerah yaitu perbankan, healthcare dan teknologi.

Editor: Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Baca Juga  Satu Dekade Kiprah Kubota Machinery di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *